Penyebab konflik
Konflik dapat disebabkan oleh beberapa hal baik sengaja maupun tidak sengaja. Penyebab konflik meliputi :
- Perbedaan cara pandang ideologi dan filosofi ( nilai )
- Perbedaan kepribadian
- Perbedaan persepsi
- Pelanggaran “wilayah-wilayah sensitif”
- Permusuhan yang irasional
Kemampuan untuk mengidentifikasi penyebab konflik adalah langkah yang lebih maju untuk menagani konflik.
Penyelesaian Konflik
Pada kenyataannya penyebab konflik terdiri dari beberapa sumber, sehingga sering amat sulit untuk mengidentifikasi penyebab dan kemudian menyelesaikan suatu konflik. Penyelesaian konflik dapat dilakukan bila prasyarat yang diperlukan telah ada yaitu suasana komunikasi yang terbuka. Kemudian pihak-pihak yang berkonflik perlu untuk selalu menggunakan metode menang-menang (win-win methode ). Metode ini menuntut bahwa keduabelah pihak yang aktif mencari alternatif penyelesaian dan yakin selalu ada jalan tengah dan saling menguntungkan.
Bagaimana Anda mencapai penyelesaian yang saling menguntungkan ? Berikut ini ada beberapa petunjuk praktis dari management konflik :
1. Jangan memaksakan jalan keluar
2. Berikan informasi dasar
3. Jangan menyerah dengan pandangan orang lain hanya demi mengurangi ketegangan dalam kelompok
4. Mintalah berbagai pandangan yang ada dengan aktif
5. Carilah pengertian dengan sungguh-sungguh
6. Teruslah menguji apakah suatu gagasan diterima kelompok
Dalam penyelesaian konflik, peranan seorang pemimpin dalam penyelesaian konflik adalah sangat mutlak diperlukan. Pada saat konflik terjadi, seorang pemimpin harus memberi harapan dan optimisme. Seorang pemimpin harus mengatakan bahwa apa pun masalah atau konflik yang terjadi pasti dapat diatasi. Selain itu, secara efektif seorang pemimpin harus menunjukkan perhatian yang tulus bagi kesuksesan setiap orang dan bahwa penyelesaian konflik akan membentu orang lain, bukannya melukai. Dalam diskusi atau rapat, seorang pemimpin harus mendengarkan timnya dengan sungguh-sungguh, dan harus dapat memisahkan antara kenyataan yang terjadi dengan pendapat dan perasaannya.
Web Application - ASP.Net - C# - NHibernate - MSSQL Server - MySQL
Showing posts with label Soft Skill. Show all posts
Showing posts with label Soft Skill. Show all posts
Problem Solving & Desicion Making - Part I
MASALAH DAN BAGAIMANA MEMECAHKANNYA
Kata ‘masalah’ sudah tidak asing lagi bagi kita. Setiap hari kita pasti menghadapi berbagai macam permasalahan. Masalah adalah kesulitan atau rintangan yang pasti ditemui dalam setiap pencapaian sebuah tujuan. Namun justru karena ada masalah inilah sebuah tim akan semakin dinamis dan berkembang, jika dalam tim itu mampu menyikapi setiap permasalahan dengan pemikiran yang positif.
Proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan :
1. Mengenali dan mendefinisikan sebuah masalah
2. Menganalisis masalah
3. Mengembangkan kemungkinan solusi
4. Mengevaluasi solusi
5. Mengimplementasikan solusi terpilih
MANAGEMENT KONFLIK
Setiap manusia itu diciptakan dengan keunikan masing-masing, setiap manusia tidak ada yang sama. Sehingga manusia akan sering mengalami percekcokan, perselisihan, ataupun pertentangan satu sama lain, yang disebut dengan konflik.
Konflik akan selalu melibatkan emosi / perasaan, yang akan menimbulkan permasalahan atau akan bersifat destruktif jika tidak dimanage dengan baik. Dan sebaliknya konflik akan bersifat konstruktif jika dimanage dengan baik, dikelola, dan dipecahkan dengan jalan yang benar. Sehingga justru karena konflik inilah sebuah tim akan dinamis dan akan menjadi tim yang kuat.
Konflik adalah unsur yang mendasar dan diperlukan dalam semua hubungan yang sehat. Hubungan yang sama sekali tidak pernah mengalami konflik berarti palsu, dangkal, dan begitu formal sehingga jarang menghasilkan inovasi atau kemajuan yang dinamis. Akhirnya timbullah kebosanan dan pengambilan keputusan yang buruk.
Tanda-tanda konflik
Gejala adalah tanda konflik tingkat awal, yang dapat mengambil bentuk salah satu di bawah ini :
- Jelas ( pertengkaran, adu mulut )
- Samar-samar ( suasana yang terlalu tenang )
- Aktif ( adanya kata-kata keras dan kasar )
- Pasif ( tidak saling bertegur sapa )
Tindakan adalah tanda konflik tingkat lanjut yang dapat meliputi alternatif seperti berikut ini :
- Penyesatan informasi ( memberi info yang tidak benar tentang “lawan” )
- Birokrasi berlebihan ( mempersulit “lawan” dalam aktifitasnya )
- Sabotase ( menggagalkan aktifitas “lawan” )
- Peran serta dalam tim berkurang
Konflik biasanya diawali dengan gejala, apabila tidak ada upaya penyelesaian yang serius, konflik dapat menjadi resisten atau meningkat ke arah tindakan yang akhirnya akan bersifat destruktif. Kepekaan seseorang terhadap adanya konflik akan sangat berarti bagi upaya penyelesaian konflik.
Kata ‘masalah’ sudah tidak asing lagi bagi kita. Setiap hari kita pasti menghadapi berbagai macam permasalahan. Masalah adalah kesulitan atau rintangan yang pasti ditemui dalam setiap pencapaian sebuah tujuan. Namun justru karena ada masalah inilah sebuah tim akan semakin dinamis dan berkembang, jika dalam tim itu mampu menyikapi setiap permasalahan dengan pemikiran yang positif.
Proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan :
1. Mengenali dan mendefinisikan sebuah masalah
2. Menganalisis masalah
3. Mengembangkan kemungkinan solusi
4. Mengevaluasi solusi
5. Mengimplementasikan solusi terpilih
MANAGEMENT KONFLIK
Setiap manusia itu diciptakan dengan keunikan masing-masing, setiap manusia tidak ada yang sama. Sehingga manusia akan sering mengalami percekcokan, perselisihan, ataupun pertentangan satu sama lain, yang disebut dengan konflik.
Konflik akan selalu melibatkan emosi / perasaan, yang akan menimbulkan permasalahan atau akan bersifat destruktif jika tidak dimanage dengan baik. Dan sebaliknya konflik akan bersifat konstruktif jika dimanage dengan baik, dikelola, dan dipecahkan dengan jalan yang benar. Sehingga justru karena konflik inilah sebuah tim akan dinamis dan akan menjadi tim yang kuat.
Konflik adalah unsur yang mendasar dan diperlukan dalam semua hubungan yang sehat. Hubungan yang sama sekali tidak pernah mengalami konflik berarti palsu, dangkal, dan begitu formal sehingga jarang menghasilkan inovasi atau kemajuan yang dinamis. Akhirnya timbullah kebosanan dan pengambilan keputusan yang buruk.
Tanda-tanda konflik
Gejala adalah tanda konflik tingkat awal, yang dapat mengambil bentuk salah satu di bawah ini :
- Jelas ( pertengkaran, adu mulut )
- Samar-samar ( suasana yang terlalu tenang )
- Aktif ( adanya kata-kata keras dan kasar )
- Pasif ( tidak saling bertegur sapa )
Tindakan adalah tanda konflik tingkat lanjut yang dapat meliputi alternatif seperti berikut ini :
- Penyesatan informasi ( memberi info yang tidak benar tentang “lawan” )
- Birokrasi berlebihan ( mempersulit “lawan” dalam aktifitasnya )
- Sabotase ( menggagalkan aktifitas “lawan” )
- Peran serta dalam tim berkurang
Konflik biasanya diawali dengan gejala, apabila tidak ada upaya penyelesaian yang serius, konflik dapat menjadi resisten atau meningkat ke arah tindakan yang akhirnya akan bersifat destruktif. Kepekaan seseorang terhadap adanya konflik akan sangat berarti bagi upaya penyelesaian konflik.
Subscribe to:
Posts (Atom)